![]() |
| Ilustrasi by: riopurboyo.com |
Kaubilang penyuka kopi, toh kalau tidak ada gulanya kau tak mau minum. Kaubilang
kopi punya sejuta arti, toh jika tidak karena Dee dengan bukunya Filosofi Kopi,
pasti kau takkan pernah menyebut dirimu sebagai orang penikmat kopi.
Kaubilang penyuka senja, toh jika senja sewaktu-waktu diselimuti awan hitam
pekat, kau tak mau bilang itu senja. Apalagi ketika hujan, kau malah memberi
predikat senja sebagai keadaan yang sial.
Kaubilang penyuka hujan, toh bila bukan karena hujan itu menyegarkan kau tak
akan bilang demikian. Juga ketika hujan datang tiba-tiba sampai membuat langkahmu
tersendat, kau tak mengharapkan kedatangannya, bukan?
Kaubilang suka membaca, toh hanya buku dunia yang kaubaca. Mana kewajiban kau
pada sebuah buku pembelajaran tentang agama? Bagi umat Islam, Alquran misalnya,
apa kausering membacanya? Kau lebih suka baca novel, bukan?
Aku bilang interupsi ini tidak bertepi.
:Hati-hati!
Bumi Kartini, 30 Juni 2013
Aji Sutrisno




