Apakah hanya angin melalu,
atau butir pasir laut yang tergilas debur ombak
dari tepian--ke tengah sampai balik arah?
Ke manakah muara doa para penjajah kopi panas?
Sudikah di-ijabat oleh Agung Tuhan-Nya,
sedang lidah serukan bau anyir
menyepoi di tiap napas yang berhembus?
Bersemikah doa tikus-tikus jalang?
jika lengan yang menadah
tiap detik mencengkeram lembar haram
jua bersanding calui sehari-hari
Bersemikah doa para pembual?
bila perangai yang tercetak hanya kepongahan.
Tuhan, Engkau kabulkankah?
Bumi Kartini, 01 Juli 2013
Aji Sutrisno



