Minggu, 16 Juni 2013

Toh, Kartini Masih Hidup

,
Bagi saya, Kartini itu masih hidup. Dia masih berupa seonggok nyawa berdaging layaknya manusia biasa, bisa makan, minum bahkan juga mampu berjalan. Jika ada yang berkata Ibu Kartini itu telah tiada, itu hanya orang-orang yang tak pernah menyadari dan tak bisa menggunakan matanya dengan baik. Karna menurut saya, yang dinamakan Kartini itu bukan nama yang diberikan Ayahnya saja, tetapi Kartini adalah nama komunal yang bisa disandang bagi siapa saja yang bergender “perempuan”. Tentu bukan sekedar perempuan biasa, melainkan perempuan yang luarbiasa. Perempuan yang sekarang ini masih memasakkan nasi buat saya; Perempuan yang saat ini masih setia saja dengan pakaian-pakaian kotor; Perempuan yang selalu lebih dulu tidur daripada saya, karna harus bangun pagi-pagi sekali.

Ini..inilah Kartini yang masih hidup itu, yang selalu saya sebut masih hidup itu, sekarang masih diberi Tuan-Nya usia dan kesehatan(barangkali). Memang ini bukan Kartini yang dikira orang sebagai pejuang emansipasi yang berjuang gigih pada ketidakadilan, pada penindasan, bahkan pada pembodohan. Emak saya; Emakmu; Ibu saya; Ibumu; Mama saya; Mamamu; Bokap saya; Bokapmu; Umi saya; Umimu, itu juga Kartini, itu pula pahlawan emansipasi, itu pula gigih berani. Tapi entah, untuk berkata bahwa Kartini masih hidup saja, Kau sulit mengatakan. Bahkan Kau tak pernah menyadari seberapa berartinya pengorbanan seorang “Ibu Kandungmu” sendiri, dari sekedar Kartini yang bukan sama sekali anggota keluargamu?.

(Emakku Kartiniku Sepanjang Masa, Aji Sutrisno)

0 komentar to “Toh, Kartini Masih Hidup”

Posting Komentar

 

Introvert Copyright © 2014 | Template design by Aji Sutrisno | Powered by Blogger Indonesia