Seiring airmata yang mulai mengering
Habis terkuras tak menyisa setetes
Seiring lantunan tahlil yang menggema
Di balik pintu duka terhantar indah
Dari perginya merpati di siang bolong
Menceruak gemparkan hati
Gigilkan seluruh badan. Tak percaya
Rela belum siap, ikhlas pun sama
Gugur muda tinggalkan perih
Masih ingin mendengar
Celoteh, guyon tepiskan sendu
Tapi hanyalah kenang memilu
Kini hadir sosok baru
Lahir dari takdir pilu Tuhan
Sempat terseok tak berdaya
Luruh, lemah. Sebentar saja
Mulai menitih nan kuatkan hati
Pada hari yang terus berganti
Tegar, tabah tergenggam erat
Demi buah hati yang harus terawat
Aji Sutrisno
Jepara, 29 April 2013



