Minggu, 16 Juni 2013

Setegar Pipik Dian Irawati

,


Seiring airmata yang mulai mengering
Habis terkuras tak menyisa setetes
Seiring lantunan tahlil yang menggema
Di balik pintu duka terhantar indah

Dari perginya merpati di siang bolong
Menceruak gemparkan hati
Gigilkan seluruh badan. Tak percaya
Rela belum siap, ikhlas pun sama

Gugur muda tinggalkan perih
Masih ingin mendengar
Celoteh, guyon tepiskan sendu
Tapi hanyalah kenang memilu

Kini hadir sosok baru
Lahir dari takdir pilu Tuhan
Sempat terseok tak berdaya
Luruh, lemah. Sebentar saja

Mulai menitih nan kuatkan hati
Pada hari yang terus berganti
Tegar, tabah tergenggam erat
Demi buah hati yang harus terawat

 Aji Sutrisno

 Jepara, 29 April 2013

0 komentar to “Setegar Pipik Dian Irawati”

Posting Komentar

 

Introvert Copyright © 2014 | Template design by Aji Sutrisno | Powered by Blogger Indonesia