Minggu, 16 Juni 2013

Dibalang Sepatu, Pak Wapres

,
Aku dengan jalangnya menghampiri Pak Wakil Presiden (Boedi Anduk) di bandara “soekarno-hatta”. Lantas aku marah-marah dan berkata begini padanya,

“Pak Wakil, berapa lama negeri ini kutinggal kencing sebentar di negeri orang, sudah amburadul kayak gini?, 
Ada orang membaca?, Negeri ini bukannya sudah pintar?, Negeri ini bukannya sudah tidak butuh pendidikan?. Tapi kenapa sejak kakiku menginjak lantai “Soekarno-Hatta”, Orang-orang pada sibuk membaca?. Ah, gak perlu baca, buat apa baca yang isinya cuma materi korupsi?. Pendidikan gimana?”
Kemudian Pak Boedi menjawab,

“Apa yang anda bilang? Negeri ini sudah tak perlu pendidikan? Negeri ini amburadul?, Kenapa anda bertanya pada saya? kan yang memimpin negeri ini bukan saya. Saya hanya mengikuti Pak ESBEHE dari belakang, itu bukan kehendak saya dong?”
Aku membacot lagi,

“Haahhaa… gak perlu ada orang membaca di negeri ini, Pak. Toh temanya cuma korupsi..korupsi dan korupsi?. bagaimana mau dipertahankan.Terus bapak bersembunyi di pantat pak ESBEHE berapa puluh abad lagi. pak? pak jangan makan gaji buta..”

Tanpa mendengarkan ocehanku, Pak Boedi Anduk seketika mengambil sepatunya dan membalang ke arah kepalaku. Tapi Pak Boedi tampaknya harus belajar maling mangga dulu sama orang desa, karena sepatunya tak kena sedikitpun ke kepalaku; hanya lewat. Aku lari sekencang-kencangnya; hussssstt.

Aji Sutrisno

0 komentar to “Dibalang Sepatu, Pak Wapres”

Posting Komentar

 

Introvert Copyright © 2014 | Template design by Aji Sutrisno | Powered by Blogger Indonesia