Minggu, 16 Juni 2013

Air Terjun Kencing

,
Hari itu tampang langit tak seperti biasa, seolah hampa akan ‘make up’; tengil, kusut penuh mimik hitam pekat. Ku rasa hawa dingin merasuk ke sekujur tubuh, memaksa bulu kuduk jingkrak dari peraduannya. Pun benak berontak ingin tau ada apa gerangan dengan planet ini?. Waswas.

Tak begitu lama, terdengar renyai suara peluru kristal jatuh ke aspal. Membentuk titik - titik hitam rengkuh polisi tidur. Dari jendela, seperti tak ingin melewatkan lukisan Maha Karya ‘made in Tuhan’ itu, kupandang lentik segala butir - butir yang bergerak tak berarah dengan ke dua telapak tangan yang masih beradu cepat menggesek satusama lain. Dingin.

Selang beberapa menit, peluru itu menghujam deras dengan butiran kristal banyak dan lebih besar dibanding tadi. Kali ini ia tak lagi membentuk titik - titik, namun membentuk siluet nge-blok lumuri aspal hingga tak terlihat sedikitpun pasir pula polisi tidur. Aneh. Kulihat dua bocah kecil dengan gegasnya melucuti pakaian dan cd-nya. Ku ketahui mereka bernama Zacky dan Jaledeng anak tetangga samping rumah.

Hingga dengan tubuh loncosnya, mereka gegirang di tengal jalan, menadah bulatan - bulatan kristal dengan amat senang dan gembira. Tapi kulihat, mereka mulai tak nyaman dengan peluru yang deras tapi tak bisa melumuri rambut mereka. Hingga keduanya beralih tempat, tepat di bawah kubang pipa tempat peluru kristal lebih deras bagai airterjun.

Jaledeng berulah. Zacky ia suruh duduk di bawah airterjun tadi. Ia memintanya untuk menutup mata lama, dan jangan membuka sebelum ia beri kode. Masih di balik beningnya kaca jendela rumah, aku terus mengintai mereka berdua. Tiba - tiba Jaledeng menyiapkan pistol mininya yang ada di bawah perut, dan “Cuurr..cuurr” suara pistol daging meluncurkan air berwarna kekuning - kuningan, memandikan seluruh badannya. Zacky geram dan bersiap memukul Jaledeng yang usil dan jail itu. Tapi Jaledeng pintar, tak kuasa ia lari terpingkal - pingkal bagai Tom n’ Jerry. Lucu.

Aku tertawa terbahak - bahak melihat kejadian itu, dan bergegaslah kaki ini melangkah ke kamar. Mengambil buku Diari yang telah usang berlumur debu. Hingga kejadian tadi segera kutuang dengan pena bergoyang dan kerap lisan mesem-mesem sendiri bila mengingat kejadian super duper lucu, tadi.

Jepara, 11 Juni 2013

Aji Sutrisno

0 komentar to “Air Terjun Kencing”

Posting Komentar

 

Introvert Copyright © 2014 | Template design by Aji Sutrisno | Powered by Blogger Indonesia