Kamis, 01 Mei 2014

Muridae dan Princess Phyton

,
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِاارَّحِيم 
 

Di sebuah negeri Imajhi, berdiri bangunan Kastel Elapidae yang kokoh nan masyhur. Dengan baluarti super tinggi berbalutkan emas. Diselingi tananan mozaik-mozaik batu alam memanjang hampir disetiap sekat peyokong bangunannya. Kastel Elipadae bertuankan seorang raja bernama Phyton, yang hidup berdua dengan putri nian cantik, Princess Cobra.

Suatu ketika seantero negeri Imajhi digemparkan dengan kabar dari Kastel Elapidae yang tengah berkabung. Pasalnya putri raja, Princess Cobra tengah bersedih hati karena sepatu Pink kesayangannya hilang, ketika ia berlibur di Telaga Xiar. Raja Kastel Elapidae lantas mengumumkan kepada rakyatnya, bahwa ia akan mengadakan sayembara bagi siapapun yang bisa menemukan sepatu Princess Cobra dengan imbalan, jika perempuan akan dijadikan pewaris tahta kerajaan dan berkuasa penuh atas Kastel Elapidae dan apabila yang menemukan sepatu itu laki-laki akan dinikahkan dengan Princess Cobra.

Begitu mendengar sayembara yang diadakan raja itu. Muridae sontak bangkit dari tidurnya. Ia amat kaget dengan berita dari raja yang mengadakan sayembara, apalagi dengan imbalan yang tiada terkira. Bergegaslah Muridae keluar dari rumahnya menuju tempat di mana sepatu Princess Cobra hilang, di Telaga Xiar. Di situ Muridae sibuk mengobrak-abrik segala apa yang menghalangi geraknya untuk mendapatkan sepatu. Semak belukar, ilalang berduri ia jejali bahkan parit dengan ribuan rivalnya-pun ia renangi dengan keberanian diri.

Seperti mimpi, tiba-tiba Muridae melihat cahaya kecil yang ada di bawah rerimbunan sendayan. Kelap-kelip penuh kerlingan cahaya laksana mutiara dari Swiss. Dan ternyata memang benar, benda itu adalah sepatu Pink milik Princess Cobra yang dicari-cari. Tanpa berpikir panjang Muridae-pun langsung mendekap sepatu itu di balik keteknya. Ia berlari kencang sambil sesekali melihat kanan-kiri agar tidak ada yang mencurigainya. Sebab sayembara seperti tak lagi sehat dengan ada peserta yang membawa "dukun" agar dapat dijadikan alat jitu mengetahui keberadaan si sepatu Pink tadi.

Muridae lantas membawa sepatu Pink itu menuju Kastel Elapidae untuk diserahkan kepada raja. Ia begitu girang pun amat salah tingkah karena merasa bakal menjadi suami Princess Cobra yang selalu dalam bunga-bunga tidurnya. Tetapi naas, ia baru sadar bahwa dirinya adalah seekor hewan berkaki empat dan lancip yang jelas-jelas makanan kesukaan raja Phyton dan putri Princess Cobra di kerajaan. Mengetahui keduanya adalah seekor ular yang menjadi pemangsa jenisnya tiap hari, ia pun segera lari kencang terseok-seok menuju rumahnya dan membuang sepatu putri saat itu juga.

Tapi naas, bagai tertimpa tangga dua kali, Muridae terjebak sekempulan ular yang sepertinya lapar sekali, karena sedari tadi juga mencari sepatu Pink milik Princess Cobra yang hilang. Tamatlah riwayat Muridae, karena ular-ular tadi dengan lahap memangsanya tanpa meninggalkan tulang belulang sedikitpun.

Bumi Kartini, 19 Juni 2013

*
-Muridae: Tikus
-Imajhi: Negeri
-Kastel Elapidae: Kerajaan/Istana
-Phyton: Raja (Raja Ular)
-Princess Cobra: Putri Raja (Ular) dll.

0 komentar to “Muridae dan Princess Phyton”

Posting Komentar

 

Introvert Copyright © 2014 | Template design by Aji Sutrisno | Powered by Blogger Indonesia