Rabu, 26 Februari 2014

One Day One Juz

,
Assalamualaikum :)

Di ruang tamu, di atas kursi plastik, seperti biasa saya mengalunkan nada-nada keagungan Allah dengan sebenar mungkin dan penuh penghayatan. Sudah lima hari ini saya cukup nyaman dengan program baru untuk menyembuhkan hati saya dari noda-noda hitam. Saya tergiat dengan program qolbu ini karena beberapa waktu yang lalu saya menonton tausyah Ustad Yusuf Mansyur -yang mana- cara agar kita lebih dekat dengan Allah akan lebih indah kalau setiap hari membaca Alqur'an. Meski (alhamdulillah) sebelumnya setiap hari saya selalu membaca Alqur'an (tapi cuma satu lembar), sehingga saya merasa ingin meningkatkan lagi. Di program qolbu yang "kayaknya" dicetuskan oleh Ustad yang suka bola itu memang menuntut seseorang untuk berkomitmen, teguh, serta istiqomah tilawah Alqur'an sehari satu juz. Walaupun tidak diwajibkan membaca Alquran harus segitu, ODOJ terbukti membuat hati saya semakin cinta dengan Alqur'an.

Alqur'an bagi saya bukanlah sekadar rentetan tulisan arab yang berisi seruan dan hukum Allah, tetapi jauh daripada itu, Alqur'an merupakan wahana rekreasi lisan yang membikin nyaman bahkan teman dalam kesendirian. Jujur, satu buku karya sastra-pun saya gak punya, bukan apa-apa sih, hanya saya malah kurang minat membaca cerita-cerita seputar sastra: gak tahu kenapa. Justru ketika saya melihat Alqur'an, tangan saya seketika 'gatal' dan lisan saya ingin berucap untuk membaca atau segera membukanya. Saya sadari bahwa, tilawah saya masih banyak kekurangan, masih banyak pula yang harus dibenahi, tapi dengan Kehadirat Allah yang Maha Mencukupi, saya yakin saya akan terus dan terus dibimbing.

Kembali ke ODOJ (One Day One Juz),
Oh ya saya lupa, program ini sebenarnya ada yang mengkordinir loh, ada pendaftarannya, bahkan ada pertemuannya juga. Tapi saya kok gak daftrar? Terus saya mengaku-ngaku begitu? hehe-- Ya, boleh dibilang gitu sih, boleh dikata saya hanya melaksanakan ODOJ-nya saja -belum termasuk dalam keanggotaan-. Lalu saya salah ya? Oh, tentu bagi saya tidak, karena ODOJ pada hakikatnya mengajak umat untuk terus melantunkan ayat-ayat Allah serta mentadabburi demi terciptanya satu rasa kuat, mencintai Alqur'an.

Subuh nanti saya mengawali hari ke enam program ODOJ (bagi saya sendiri), awalnya memang gak percaya, sih, bisa sehari satu juz, karena biasanya cuma satu lembar, hehe, dikit amat yak, tapi saya berusaha untuk kuat dan tak cepat haus demi terus mengAgung-Agungkan Allah. Selain tilawah, sudah kewajiban saya untuk mentadabburi (merenungi, memahami, mengkhayati) arti dari Firman-firman-Nya, yang kemudian dilanjutkan dengan ejawantah/mengaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari. Nah, ini yang barangkali sulit bagi saya, karena saya wajib menjalankan apa yang sudah Allah ajarkan di dalam Alqur'an. Apalagi iman saya masih tipis-tipiiiiiiiiiiss sekali, duh, saya kalau bicara keimanan saya jadi malu. Malu kepada Allah dan mereka yang di mata saya teguh ibadah dan mampu mengendalikan segala godaan-godaan setan. Kadang juga saya bertanya-tanya kepada Yang Menghidupkan dan Mematikan saya, sebenarnya saya itu termasuk dalam golongan mana? Orang-orang sholeh atau malah masuk dalam golongan orang-orang munafik yang seringkali melanggar hukum-Nya? (Wallahua'lam)

Ah, sudahlah ... biarkan itu menjadi Rahasia-Nya. Sekali-kali tidak!!! untuk hamba mengetahuinya. Cukup sekian dari saya, semoga yang berkenaan membaca cerita saya diberi hidayah untuk ikut serta dalam program yang pasti ada manfaatnya ini, dan semoga yang membaca tulisan ini dijauhkan dari prasangka negatif terhadap saya. Aamiin Ya Rabbal Alamiin.

Waalaikumsalam :)

Aji Sutrisno

0 komentar to “One Day One Juz”

Posting Komentar

 

Introvert Copyright © 2014 | Template design by Aji Sutrisno | Powered by Blogger Indonesia