Minggu, 16 Juni 2013

Suapan Pilu Bunda

,


Gelayut tangan bersua di balik pintu
Kiang - kiut mendenting minta permisi
Kutusuk kunci jejalkan lubang, tak sabar
Menyingkap wajah sekilas tak asing

Tiba - tiba dua lengan merangkul
Amat lunglai seperti tak bertulang
Pun merengkuh bahu dipeluknya
Seakan telah kenal begitu lama

Bibir gumam hati bertanya
Jua lamun melayang kesana - kemari
Ternyata Ia Bunda, yang sempat terlupa
Dari tindasan hidup memburu nasi

Ya,
Bunda pergi dengan sekoper paksa
Kala aku kecil hambar kasih sayangnya
Berpuluh hari sepi tak ber-Ibu
Berjuta detik sunyi, gaungkan pilu

Seharian ini, seperti mimpi penuh gempita
Saat ibu suapkan nasi dengan senang
Sayang! Ibu telah terhimpit laju waktu
Akan rentanya, Ia karam kala itu juga

Kini, tak lagi kubisa ukir kerikil kenangan
Telah bisu kata berucap akan Takdir
Aku sedu! Ingin menjerit protes Pada-Nya
Percuma.. takkan pulang Bunda ke dunia

Jepara, 06 Juni 2013

Aji Sutrisno


0 komentar to “Suapan Pilu Bunda”

Posting Komentar

 

Introvert Copyright © 2014 | Template design by Aji Sutrisno | Powered by Blogger Indonesia