Gelayut tangan bersua di balik pintu
Kiang
- kiut mendenting minta permisi
Kutusuk
kunci jejalkan lubang, tak sabar
Menyingkap
wajah sekilas tak asing
Tiba
- tiba dua lengan merangkul
Amat
lunglai seperti tak bertulang
Pun
merengkuh bahu dipeluknya
Seakan
telah kenal begitu lama
Bibir
gumam hati bertanya
Jua
lamun melayang kesana - kemari
Ternyata
Ia Bunda, yang sempat terlupa
Dari
tindasan hidup memburu nasi
Ya,
Bunda
pergi dengan sekoper paksa
Kala
aku kecil hambar kasih sayangnya
Berpuluh
hari sepi tak ber-Ibu
Berjuta
detik sunyi, gaungkan pilu
Seharian
ini, seperti mimpi penuh gempita
Saat
ibu suapkan nasi dengan senang
Sayang!
Ibu telah terhimpit laju waktu
Akan
rentanya, Ia karam kala itu juga
Kini,
tak lagi kubisa ukir kerikil kenangan
Telah
bisu kata berucap akan Takdir
Aku
sedu! Ingin menjerit protes Pada-Nya
Percuma..
takkan pulang Bunda ke dunia
Jepara,
06 Juni 2013
Aji
Sutrisno



